|
Dialog Kepemimpinan IA-ITB
Bersama Hermanto Dardak di Milis IA-ITB
18 Oktober 2011 jam 19:00 -22:00
Berikut cuplikan dari Dialog Kepemimpinan dari salah satu calon ketua IA ITB
Bapak Hermanto Dardak (SI’75) dengan alumni di mailing list IA ITB yang dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 19:00 – 22:00 WIB.
1. Betti AR 79 : Dear Mas Hermanto, Berikut ini adalah pertanyaan saya untuk Anda : • Menurut analisa Anda, Apa yang sudah baik di Kepengurusan IA-ITB 2007-2011 dan apa yang kurang baik ? • Apakah akan ada perbedaan yang signifikan antara kepengurusan IA-ITB sekarang dengan kepengurusan Anda nantinya bila Anda terpilih ? Bila ada, dimana perbedaan signifikannya ? • Bila Anda terpilih jadi Ketua Umum, legacy apa yang hendak anda tinggalkan pada akhir kepengurusan Anda sebagai Ketua IA ITB? Jawab : Selamat malam mbak Betti dan rekan-rekan milis IA-ITB, Saya menyambut baik ajakan mbak Betti berdialog di milis ini. Ini salah satu forum dialog yang positif, marilah kita manfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan tukar-pikiran yang penuh keakraban dengan semangat "in harmonia progressio". Terkait dengan pertanyaan Mbak Betti, saya akan menjawab pertanyaan pertama: Secara umum, banyak hal yang sudah dilakukan kepengurusan IA ITB dibawah Bang Hatta. Tentu ada yang bisa dinilai cukup baik dan ada pula yang masih perlu penyempurnaan. Yang saya anggap baik antara lain: 1.TechnoTower sebagai Menara IA-ITB merupakan salah satu "state of the art technology & architecture." Melalui diskusi & workshop beberapa kali kepengurusan IA-ITB, dilanjutkan dengan sayembara desain yang juga diikuti oleh para alumni arsitektur ITB. Jadi saya berharap ini dapat segera dibangun, sehingga menjadi kebanggaan kita semua. 2.Program mendukung budaya Riset di Kampus ITB 3.Penyusunan Direktor Alumni lengkap dengan core competency, ini harus terus di-update dan saya berharap bisa diakses secara elektronis. Yang masih perlu peningkatan, misalnya: 1.Dalam rangka mendukung ITB menuju "world class university", telah dilakukan serangkaian pembahasan dan workshop yang diikuti para Rektor dari perguruan tinggi terkemuka dan DirjenDikti.Namun dengan pembatalan UU BHMN oleh MK, maka upaya tersebut terhambat dan perlu penyesuaian, dan IA-ITB perlu berperan lebih aktif lagi. 2.Saya merasa, informasi tentang penerapan teknologi dan pembangunan yang mengalir dari Alumni ke kampus, agak kurang, sehingga perlu lebih ditingkatkan baik dari intensitas maupun substansi. Ini penting untuk program Link and Match. Saya merancang suatu sistem komunikasi antar-alumni dengan kampus yang periodik dan sistemiki, yang saya namai "Jembatan Ganesha" 3.IA-ITB belum sepenuhnya menjadi "rumah" bagi fresh graduate dan alumni muda, terutama soal informasi lapangan kerja, beasiswa pasca-sarjana dan networking antara alumni senior dan yunior. Menjawab pertanyaan mbak Betti poin ke-2: Jika saya terpilih, kepengurusan saya disamping melanjutkan hal-hal yang sudah baik, saya akan fokus kepada mendukung ITB agar semakin mendapat pengakuan internasional dan menjadi "world class university". Impian saya mewujudkan IA-ITB sebagai "rumah" bagi semua alumni, khususnya alumni muda, saling berinteraksi dengan akrab, dan kami yakin akan lahir sebuah sinergi yang kokoh. Kami bersama IA-ITB Daerah (Pengda) akan bersinergi dengan Pemerintah & Pemda untuk memacu industrialisasi teknologi manufaktur dan infrastruktur. Kepengurusan saya juga akan bekerja keras untuk menyediakan sistem informasi dan komunikasi antar-alumni dengan kampus yang periodik dan sistemik, yang saya namai "Jembatan Ganesha". Hal-hal di atas kita kerjakan, di samping Technotower, harus segera terbangun, karena akan merupakan "melting point" sekaligus "showcase" gedung yang merupakan "state of the art" teknologi hijau/efisien. Poin 3. Saya hanya akan meninggalkan "legacy" berupa "kebersamaan alumni" yang akrab, sinergis, sanggup menghadapi tantangan masa depan, sebagaimana saya selalu berorientasi "result". Misalnya, saya memimpin Tim Penyusunan UU Penataan Ruang,UU Jalan, pembangunan Jembatan Suramadu. Terkait UU Penataan Ruang saya mendapat "legacy award" dari IAP (Ikatan Ahli Perencana), dan untuk Jembatan Suramadu mendapatkan "PII Award"
2. Y. Heryadi, EL93 "Apakah ada program penjaminan sehingga alumni itb bankable dan bisa memanfaatkan program itu untuk mendukung usahanya atapun biaya menuju pegawai professional (misal: kebutuhan biaya sertifikasi dll) , apa bentuk penjaminan agar bankable tsb" ? Jawab : Terimakasih atas pertanyaan mas Heryadi, Program penjaminan memerlukan aspek legal, merujuk peraturan/kebijakan perbankan. Sesuai program "Jembatan Alumni", kita akan mengusahakan business model yang memudahkan alumni ITB mendapatkan fasilitas perbankan, sesuai dengan "track record" alumni. Ini merupakan salah satu concern kami, yang memerlukan pemikiran mendalam. Salam Ganesha
3. Ramli TA-82 : Kenapa saya harus pilih anda ! Jawab : Mas Ramli terimakasih pertanyaan yang singkat dan mengena, Saya ini "result oriented". Sudah menjadi pengurus sejak jaman pak Cacuk dan saat ini saya sebagai salah satu Ketua. Dengan demikian sudah memahami dinamika dan tantangan alumni ITB. Pengalaman saya di beberapa organisasi, seperti sebagai Ketua Umum PPI-Australia dan sekarang sebagai Ketua IKAMA (Ikatan Alumni Australia), sebagai BKS-PII, Ketua HPJI, maupun di tingkat internasional sebagai Vice President Asosiasi Jalan Asia-Australia. Salam
4. SP Hendra Purba®SI-86 : saya SP Hendra Purba SI86, mau mempertanyakan dan meyakinkan diri : 1. Jika Pak Dardak terpilih berarti 3 kepemimpinan terakhir IA ITB( Pak Laks + Pak Hatta) dipimpin oleh angkatan segenerasi artinya REGENERASI tidak berjalan dilingkungan IA ITB. Apa pendapat pak Dardak tentang Regenerasi di IA ITB dan apa usaha pak Dardak ttg hal tsb ? 2. Dari back groung pak Dardak, bisa dikatakan pak Dardak adalah birokrat TULEN, dan kita asumsikan kurang memahami kalangan swasta/professional CMIIW. Sementara anggota IA ITB lebih dari 70 % non birokrat. Bagaimana pak Dardak mengakomodir/memperhatikan kalangan non birokrat tsb ? 3. Pertanyaan Klise, tapi perlu statement pak Dardak, bagaimana kebijakan pak Dardak nantinya utk membuat IA-ITB tidak hanya organisasi paguyuban alumni, kelompok para elite (golf, seminar dll), aktifitas ceremonial, TETAPI menjadi SESUATU BANGET, dimana semua anggota merasakan GREGET sebagai anggota IA ITB ? Terima kasih, Jawab : Terimakasih atas pertanyaan2 Bang Purba, 1. Soal regenerasi tidak perlu dirisaukan, saya sadar justru akan menjembati generasi 70an dengan generasi muda. Hal ini akan tercermin pada Kabinet Kepengurusan IA-ITB y.a.d. yang memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda. bahkan akan ada ketua khusus yang menangani alumni muda/baru. Ini akan menjadi estafet yang "by design'. 2. Saya sehari-hari berhubungan dengan kalangan investor dan perusahaan dalam pembangunan infrastruktur. Sehingga saya sangat memahami permasalahan bisnis. Sebagai contoh: pada saat saya membuat UU Jalan, saya membuka kesempatan seluas-luasnya investasi sektor jalan untuk investor/operator swasta, BUMD, dan BUMN (sebelumnya hanya satu BUMN saja). Hal ini mereflesksikan kepedulian saya mendorong sektor swasta. 3. Alhamdulilah yah... Saya setuju untuk membuat IA-ITB "sesuatu banget", IA ITB rumah kita bersama, hangat suasananya, akrab, tapi juga membangun profesionalisme dan sinergi. Salah satu motto saya: cheerful leadership, happy alumni.
5. Esthi – TF83 : Dear mas Hermanto Dardak, Pertanyaan saya untuk mas Hermanto : >1. Sebagai alumni ITB yang harus peka terhadap problem masyarakat, bagaimana pandangan mas Hermanto terhadap problem kemacetan lalu lintas di Jakarta khususnya : seberapa jauh dampaknya terhadap produktivitas dan bagaimana usulan cara mengatasinya ? Apakah mas Her sudah pernah mencoba naik busway terutama pada jam sibuk ? Bagaimana komentar mas Her ? >2. Mohon dijelaskan 4W+1H nya Menara ITB, karena saya baru dengar-dengar saja, belum jelas betul. Lalu peran Mas Her apa dalam pembangunan Menara ITB (ITB Tower) ini ? >3. Apakah program ma Her untuk : a. ITB b. Alumni fresh (22-24th), alumni muda (25-39 th), alumni paruh baya (40-55th), alumni sepuh (>55 th) ? c. Masyarakat ekonomi lemah >4. Bagaimana pandangan mas Her terhadap kasus Lapindo dan penyelesaiannya hingga saat ini ? Bagaimana upaya alumni untuk membantu korban Lapindo ? Demikian terima kasih atas perhatian dan jawabannya. Sukses selalu buat mas Her. Jawab : 1. Masalah kemacetan Jakarta memang memprihatinkan. Jadi solusinya tidak bisa parsial, melalui solusi transportasi saja. Ini tak terlepas dengan masalah Tata Ruang. Melalui UU Tata Ruang, yang saya ikut membidani, saya memperkenalkan "inter-dependensi antara Jakarta dan kota-kota sekitarnya" yang dituangkan dalam Perpres 54/2008 tentang "Rencana Tata Ruang Jabodetabek-jur" yang mengatur infrastruktur dan land-use. Dengan demikian solusinya, a.l. prinsip jaringan jalan lingkar dan radial, serta Jakarta sebagai Kota Inti, bangunan vertikal dan angkutan massal intensif. Sedangkan, kota satelit-mandiri, Bodetabek, dirancang supaya tidak seluruhnya komuter seperti sekarang sehingga sebagian besar penduduk tinggal dan berkerja di kota satelit-mandiri tersebut. Lapangan kerja perlu dikembangkan di kotakota tsb. 2. Menjawab poin Dik Esthi poin 2 tentang Technotower: Sebagai Ketua Bidang Hub. Almamater saya ikut membidani program kerja untuk merancang Menara ITB. Detil singkatnya adalah sbb: What - Gedung 21 lantai, berteknologi hijau/efisien, saat ini 9 lantai sudah terpesan oleh beberapa angkatan alumni Where - di Casablanca, dekat jalan Tol Wiyoto Wiyono - Jakarta Timur When - Groundbreaking: akhir 2011 , selesai 2014 (hopefully). Why - sebagai ikon karya alumni ITB, melting point, technology showcase. How - lahan milik alumni, didevelop bekerjasama dengan swasta, disewakan kepada umum, khususnya alumni. Untuk jelasnya, silahkan klik: http://sayembara-menara-ia-itb.com 3. Untuk pertanyaan no.3: a.Program untuk ITB: - Mendorong tercapainya world class university ITB - Membuat sistem aliran informasi dari alumni/industri ke kampus ganesha sebagai sinergi antara almamater dan industri. - Memfasilitasi beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu b.Program alumni muda: - Menyelenggarakan job fair secara rutin - Mengembangkan program magang untuk alumni baru - memfasilitasi program beasiswa c.Program untuk alumni senior: - Family gathering - Alumni awards untuk alumni berprestasi - Alumni Business Club d.Untuk masyarakat ekonomi lemah - pengembangan leadership centre - kemitraan dan entrepreneurship Untuk lebih detail, program kerja saya dapat di lihat di www.dardak4itb.com mengenai pertanyaan no.4 tentang Lapindo: Saya berempati dengan korban lumpur lapindo. Untuk penanggulangan lumpur Lapindo telah dibentuk BPLS (Badan Penanggulangan Dampak Lumpur Sidoarjo)yang secara fungsional mengambil langkah-langkah penanggulangan terutama aspek keselamatan. Alumni ITB dapat berperan dalam penanggulangan lapindo dengan cara bekerjasama dengan BPLS dan wadah IA-ITB dapat memfasilitasinya. terima kasih Dik Esti
6. Susilo SI87 Pak Hermanto, kenalkan saya Susilo, Kuya 87, saat ini tinggal di Doha. Pertanyaan saya singkat saja: 1. Masalah klasik dan berulang adalah masalah database alumni yg konon gak pernah selesai. Bagaimana rencana pasti tentang hal ini pak, terkait peran serta alumni ke depan? 2. Bagaimana pandangan dan rencana pak Dardak terhadap kelangsungan endowmentt fund? Salam, Jawab : Terima Kasih Kuy, pertanyaannya pas banget ni.. Mempertimbangkan pentingnya Database Alumni, Saya mentargetkan dalam tahun pertama kepengurusan saya, akan terealisasi Database Alumni ITB yang lengkap, akurat dan mudah diakses. Mengenai endowment fund akan dilanjutkan, dan diharapkan dapat melibatkan partisipasi alumni secara lebih luas.
7. Tuti fa85 Pak Hermanto Dardak yg saya hormati,, izinkan saya bertanya. Menjadi ketua Alumni, merupakan suatu amanah tanggung jawab yg sangat luar bisa Tak ada gading yg tak retak, maka pertanyaan saya jg tidak meminta susuatu yg sulit untuk dilakukan. Pak Hermanto adalah salah satu Pengurus IA ITB, 1. Selama Bapak jadi pengurus, berapa persenkah kehadiran Bapak dalam rapat2 pengurus ? Apakah Bapak selalu hadir di rapat pengurus atau lebih sering diwakili ? 2. Apakah benar yg mewakili Bapak selalu berasal dr org PU eselon 2 atau 3 ? 3. Apa saja program Bapak selama dipengurusan periode yang lalu ? 4. Program apa saja yg dpt Bapak jalankan dr program2 yg sdh disebutkan tadi ? 5. Pengalaman selama ini, kalau Ketua dr Birokrat pasti tdk bisa menyediakan waktu. Bagaimana komitmen Bapak dlm penyediaan waktu, dan brp lama tiap minggu anda akan ada di sekretariat? Demikian pertanyaan saya yg sangat luar biasa sederhana. Mohon Bapak menjawab dg kejujuran keberanian yg menjadi ciri khas alumni ITB Hatur nuhun Wass
8. Ali Assegaf : (1) Problema negara hari ini adalah Manipulasi System perwakilan dalam system Tata Negara - yang menentang nilai PANCASILA ( dirinya sendiri ) - yaitu PARTAI POLITIK yang memiliki hak Recall -- saat ini bernama PAW, sehingga mereka yang duduk di DPR - adalah anggota dewan yang harus memilih di antara 2 hal, Suara pemilih atau suara partainya, Resiko membela pemilih dewan menghadapi recall kursinya, sedang memilih suara partai berarti berkhianat pada hati nurani dan pemilihnya, sehingga kita tak pernah lagi dengar tokoh-tokoh politik pembela bangsa & tanah airnya, Pertanyaan saya - ketika system perwakilan itu penting adanya - bagaimana menurut bapak jika IA-ITB juga membuat system perwakilan yang di bangun di tetapkan dalam AD-ART kedepan ? (2) Saya mendapat jawaban SMS dari semua kandidat : " PEMILIH lebih utama dari yang di PILIH" - jawaban bapak adalah yang paling menarik dan komprehensip - tentunya tidak semua alumni ITB dapat menjadi PEMILIH MERDEKA, sedangkan bapak punya TS Hotasi - yang luar biasa menurut saya hingga dapat menemukan anak ITB yang jadi tukang Becak, Bilamana bapak tidak terpilih menjadi ketua IA-ITB nantinya -- dan kandidat lain yang terpilih -- apa niat seperti ini akan juga bapak teruskan ? atau hanya saat mau kampanye saja -- atau mau melakukannya jika bapak jadi ketua IA ITB. jelas jawabnya karena di hadapan banyak kalangan membaca jawaban bapak, Pertanyaan saya : dalam bentuk apa kira-kira support bapak nantinya pada IA-ITB (3) Tolong membaca pertanyaan saya ke Kandidat No. 1 -- Bung Amir Sambodo, Apa pendapat bapak atas pertanyaan saya itu dan jawabannya ? Note -- Peranyaan ke Amir sambodo & Jawabannya : Bung Amir Ysh, Saya juga urun pertanyaan - mohon jawabannya (1) Saat mulai berfikir hingga mau menjadi kebijakan yang di batasi waktu harus menentukan, apakah bung amir melakukannya berdasarkan (A) Setelah mendengar pendapat alumni dan kemudian menyimpulkan keputusannya kemudian (B) melihat apa yang baik untuk alumni kemudian mensosialisasikan pemikirannya untuk di jalankan bersama (C) Memutuskan dan membiarkan alumni menilainya sendiri (2) Jika bung amir tak jadi ketua IA-ITB apakah bung amir akan membantu kandidat terpilih ? ( jawaban mohon di jelaskan dalam bentuk apa ? ) (3) Bung amir jika terpilih tetapi melihat pemilihan ini tanpa i-vote - apakah sedia mendukung lahirnya system perwakilan yang mengontrol jalanya kebijakannya nanti ? Mohon jawabannya dalam dialog di Ruangnnya Mbak Betty makasih !! Jawaban Kandidat No. 1 Rekan Ali Terima kasih pertanyaan bernilai "sufi" 1. IA ITB adalah organisasi yang berazaskan keluargaan dan profesionalisme,maka Saya akan (A) Setelah mendengar pendapat alumni dan kemudian menyimpulkan keputusannya kemudian (B) melihat apa yang baik untuk alumni kemudian mensosialisasikan pemikirannya untuk di jalankan bersama . 2.Sy akan tetap berkontribusi untuk program IA ITB yang bermanfaat dan terdepan bagi anggota.Program Teknopreneur dan Modal ventura dapat dijalankan terus.Pengembangan jaringan kerja,dan tentu saja INDOVASI. 3.Pengembangan organisasi dan tata kerja yang memperkuat keterwakilan Alumni ITB dalam Kepengurusan IA ITB akan Saya dukung. Salam INDOVASI Amir Sambodo (MS78). Jawab : Terima kasih Mas Ali Assegaf, Saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan Mas Ali sebagai berikut: Saya memahami sistem perwakilan merupakan asas demokrasi sesuai sila ke 4 Pancasila, untuk itu sistem perwakilan dapat terus kita pergunakan dalam organisasi, selain juga pemilihan langsung yang sesuai tuntutan jaman. Karakteristik alumni ITB dengan tingkat intelektualitas yang lebih tinggi dan homogen serta egaliter, maka lebih sesuai menggunakan sistem pemilihan langsung dengan prinsip one man one vote. pertanyaan poin 2, Terima kasih atas apresiasi mas Ali soal pertemuan saya dengan alumni ITb yg kurang beruntung di Medan di waktu lalu. Bagaimana pun dia/mereka teman kita. Kita harus lebih memberikan perhatian kepada teman-teman alumni yang kurang beruntung. Saya mengenal Bung Amir cukup lama, karena sama-sama di Kepengurusan IA-ITB. Saya hargai pandangannya.
9. Yayak SI-76 : Ysh. Pak Hermanto Dardak dan TS, saya Yayak (Tjahjokartiko Gondokusumo) SI 76 mantan Perencana Madya dari Dep ESDM, yang secara institusional dibina oleh BAPPENAS. Kita sudah sepakat bahwa Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah masalah ilmu pengetahuan dan sistem kendali. Tanpa melalui Planning Process yang formal, kami punya kesulitan untuk langsung mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan sistem kendali adalah R&D Infrastructure. Sekarang sebagai Perencana Koperasi, kami masih punya kepentingan akan R&D Infrastructure (mohon periksa Rekomendasi Bappenas: http://chp.coop/?attachment_id=586 ). Sebagai Perencana Madya kami sedang menunggu dievaluasi entah sampai kapan. Sesuai dengan MP3EI page 41 Figure 2.9 Proposed Innovation Initiatives 1-747, PDF] MASTERPLAN www.itpchamburg.de/pdf/Home/ECONOMIC%20CORRIDOR.pdf File Format: PDF/Adobe Acrobat the MP3EI also functions as a complementary working document for the above mentioned ...... Develop R & D infrastructure. 7. Develop research funding system ... seolah olah R&D Infrastructure sedang dicari. Padahal dilapangan potentialnya sudah jelas berupa constructed multi purpose dam projects, sebut saja Wonorejo Muti Purpose Dam 6 MW di Tulung Agung, Jawa Timur dan lain lain lokasi. Fasilitas ini sudah jadi akan tetapi pemanfaatannya belum ada. Bagi kami hal tersebut jelas karena Umbulan Project sudah masuk dalam MP3EI. Pada framework yang sama, kami sedang mempromosikan Teknologi Koperasi "combined heat and power (CHP). Ini juga sulit dijelaskan dengan ringkas untuk mengatakan New Java Bali Systems atau Cooperative CHP places socially between Public Electricity and Private Industry. Pertanyaan kami adalah: mohon Pak Hermanto menjelaskan R&D Infrastructure sesuai dengan MP3EI pada kepentingan ITB sebagai World Class Research University. Salam Koperasi, Yayak/ SI 76 Jawab : Mas Yayak yang budiman, MP3EI pada hakikatnya merupakan upaya mensinkronkan pembangunan berbagai sektor dan infrastruktur dengan prinsip Pareto (menangangi 20% yang prioritas, untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar). Di dalam Masterplan, terdapat 22 program ekonomi utama di 6 koridor ekonomi nasional, 2 diantara berupa program pengembangan Kawasan, yaitu Kawasan Selat Sunda, termasuk Jembatan Panjang Selat Sunda dan Kawasan Metropolitan Priority Area (Jabodetabek). Sebagi ilustrasi dari 20 sektor ekonomi utama adlah "hilirisasi" industri kelapa sawit di Kawasan Semangke/SUMUT agar memberi nilai tambah ekonomi nasional. Masterplan ini mencakup regulasi, interkoneksi, dan pengembangan IPTEK dan SDM. Nah di sini ITB, yang diproyeksi sebagai "world class university" dapat berperan. Sebagai ilustrasi: saya sebagai Ketua Sekretariat Pembangunan Infrastruktur Selat Sunda SUDAH melakukan kerjasama dengan ITB terkait dengan pengembangan energi mandiri dan terbarukan berbasis: 1) arus laut dan gelombang, 2) angin dan 3) solar/matahari.
10. Ganda GM89 : 1. Apa yang membuat anda yakin jika terpilih sebagai Ketua, maka IA-ITB di bawah kepemimpinan anda akan menjadi lebih baik? Mohon dijabarkan. 2. Sebagai Alumni ITB, apa prestasi terbaik anda hingga saat ini? Apakah menurut anda prestasi tersebut mendorong daya saing kinerja IA-ITB ke depan? 3. Apa program unggulan anda selama 4 tahun kepengurusan? Berapa banyak/persen alumni yang anda perkirakan yang akan mendapat manfaat dari program tersebut? 4. Bagaimana rencana/model pembiayaan kegiatan selama kepengurusan anda kelak? Baik IAITB Pusat maupun pengda/komisariat. 5. Sekretariat IA-ITB saat ini akan habis kontrak sewanya akhir 2011. Apa rencana anda selanjutnya untuk Sekretariat IA-ITB? Apa rencana anda terkait dengan telah diputuskannya pemenang design Menara ITB? 6. Bagaimana membangun sinergi IA-ITB dengan masyarakat dan pemerintahan, terkait dengan memberikan kontribusi bagi lingkungan dan kemajuan bangsa? Bagaimana posisi sikap kritis IAITB terhadap berbagai kebijakan pemerintah secara umum jika tidak berpihak pada kepentingan rakyat, lebih khusus bila pejabat terkait adalah alumni ITB? 7. Bagaimana pandangan anda terhadap perkembangan sektor migas, pertambangan, infrastuktur dan industri dimana Alumni ITB sangat banyak bekerja di sektor tersebut? Apa peran serta yang bisa anda lakukan? Bagaimana anda berperan dalam tata kelolanya agar lebih bermanfaat bagi negara dan rakyat? 8. Jika menurut opini umum di berbagai milis ITB dinyatakan anda gagal sebelum kepengurusan berakhir, apa yang akan anda lakukan secara konkrit ? Harap jawaban tidak bersifat basa-basi. Mohon jawaban atas semua pertanyaan di atas direspon secara terukur. Bisa menggunakan parameter waktu, angka, persentase atau hal lain yang mewakili ukuran target. Salam, Jawab : Mas Ganda yang kritis, Pertanyaan Anda banyak sekali, saya coba menjawab satu per satu. 1. Sudah saya jawab di pertanyaan sebelumnya, mohon dibaca. 2. Saya memimpin langsung pembangunan Jembatan Suramadu, jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, merupakan landmark di Jawa Timur. Selain itu, saya juga memimpin penyusunan pembaruan UU Jalan (no. 38/2004) dan UU Penataan Ruang (no. 26/2007). Saya juga memperoleh Satya Lencana Pembangunan dan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI. Di samping itu mendapat penghargaan Distinguished Alumni Award dari Pemerintah Australia, "Legacy Award" dari IAP, Honorary Fellow dari Ikatan Insinyur Asia. Dan setelah diberi tugas sebagai Dirjen Penataan Ruang, kemudian Dirjen Binamarga, sekarang saya dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri PU. No.3 sudah saya jawab ke penanya sebelum. No.4 - soal pembiayaan IA-ITB. Kami para pengurus akan memaksimalkan dukungan, donasi, dan partipasi alumni maupun sumber-sumber di luar alumni yang sah dan tidak mengikat. Selain itu, kami akan menyelenggarakan Unit Usaha yang sah sebagai sumber pemasukan organsisasi yang berkelanjutan. No.5. Kami akan mencari Sekretariat IA-ITB yang aksesnya lebih mudah bagi alumni. No.6. Tentang Sinergi Alumni-Masyarakat, mohon dilihat jawaban saya sebelumnya antara lain dalam kasus MP3EI. Sebagai ilustrasi, melalui Kementerian PU akan diberikan dukungan 2 Asrama untuk Kampus ITB di Jatinangor. Groundbreaking-nya diagendakan dilakukan akhir bulan Oktober ini. No.7. Dengan banyaknya kiprah alumni di sektor-sektor strategis tersebut harus kita tekankan keberpihakan kepada Rakyat, sejalan dengan misi pengembangan Teknologi dan Pembangunan, yang akan kita jembatani melalui IA-ITB. No.8. Dari track-record, saya selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan berorientasi hasil. Dalam konteks berorganisasi seperti IA-ITB ini, ada AD/ART yang mengatur pertanggungjawaban di Majelis Tertinggi yaitu Kongres. Semoga jawaban-jawaban saya tidak mengecewakan Mas Ganda :)
11. Laksono Budi Prasetyo / TA77 Mas Hermanto Ysh. Sebagai seorang birokrat yang saat ini sedang menjabat di Pemerintahan, yakinkah anda bisa membagi waktu antara kepentingan Negara, yang notabene anda telah digaji untuk itu, dengan posisi anda bila terpilih sebagai Ketua IA-ITB. Mana yang lebih anda utamakan bila terjadi konflik kepentingan antara pekerjaan sebagai pejabat pemerintah dan kewajiban anda sebagai Ketua IA-ITB. Bagaimana anda mengalokasikan waktu antara posisi anda sebagai pejabat pemerintah dan Ketua IA-ITB. Terimakasih, semoga sukses dan bisa mengemban amanah yang diberikan kepada anda sebagai pegawai negeri dan yang diberikan oleh IA-ITB dengan sebaik-baiknya. Salam,
12. Mojo/TP-76/MBCI-2011 Selamat malam, Bung Dardak Meskipun pertanyaan nya sama tentang kasus Mojo, mungkin ada perbedaan dalam jawaban masing-masing Caketum IA ITB. Langsung saja ingin mendapatkan respon atau sikap Calon Ketum IA ITB tentang "Kasus Mojo", Gugatan Mohajit Dosen ITB kepada Mendiknas atas pemecatan tidak dengan hormat, (yang diusulkan oleh Rektor ITB), sekembalinya melaksanakan riset di Jerman. Gugatan sudah dimenangkan sampai tingkat Kasasi, dan dalam hal ini, Mendiknas/ITB telah lebih dari 1 tahun tidak melaksanakan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pada saat ini Mendiknas/ITB sedang mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung. Dari pengadilan tingkat pertama sampai dengan tingkat kasasi atau bahkan sampai pada tingkat Peninjauan Kembali, Mendiknas dan ITB selalu menggunakan dasar pemecatannya pada PP 32 Tahun 1979. Pada pengadilan sebelumnya, pasal yang digunakan adalah Pasal 12 sedangkan pada PK yang digunakan adalah Pasal 32. Dalam hal ini Mendiknas dan ITB salah merujuk Pasal dan salah menggunakan Rujukan Perundang-undangan karena PP 32 Tahun 1979 sudah tidak berlaku lagi dengan ditetapkannya PP 30 Tahun 1980 dan UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Sementara itu Pasal 32 (mungkin salah ketik dari Pasal 12) adalah pasal yang mengatur tentang "Ketentuan-ketentuan teknis pelaksanaan PP ini, yang ditetapkan oleh Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara". Jadi .........? ITB-Mendiknas, salah dalam merujuk peraturan perundang-undangan, dan salah merujuk Pasal (dalam PK), yang seharusnya Pasal 12 salah tulis atau sengaja ditulis Pasal 32. Pemecatan terhadap Mohajit yang diusulkan oleh Rektor ITB dan dilakukan oleh Mendiknas dengan demikian adalah salah menurut HUKUM. Situasi dalam kasus Mojo yang ditunjukkan oleh ITB dan Mendiknas seperti ini bagaimana harus disikapinya ?
13 Bambang Setiawan TI74 : Mas Hermanto, 1. Saya sudah lihat website anda. Saya buka Profil anda, tapi tidak menemukan kegiatan anda di organisasi kemahasiswaan sewaktu masih di ITB. Apa yang anda kerjakan selain kuliah pada waktu itu? Apakah anda ikutan dalam pergerakan mahasiswa pada waktu kampus diduduki tentara? 2. Apakah anda terlibat dalam Kepengurusan IA-ITB yang sekarang? 3. Saya punya kesan anda kurang gaul dengan teman-teman mahsiswa (mohon maaf). Benarkan kesan saya ini? Salam, Jawab : Halo mas Bambamg, Cheerful leadership, happy alumni... 1. Pada saat mahasiswa di ITB, saya mengikuti kegiatan di Unit Olahraga Basket dan Berita ITB serta menjadi koordinator wisata karya Mahasiswa Sipil ke Bali. Saya juga mengikuti berbagai kegiatan kesenian. Alhamdulillah saya menyelesaikan S1 5 tahun. Saat mahasiswa di Australia, saya sebagai PPI-Australia di New South Wales dan saat kongres terpilih sebagai Ketua Umum PPI se-Australia. Dalam sekolah kepemimpinan baik Spadya maupun Spamen, saya memperoleh peringkat satu. Dalam kursus kepemimpinan Lemhanas (yang melibatkan TNI, Polri, Tokoh Masyarakat), saya dipilih sebagai Ketua Senat dan memperoleh Predikat Andalan. 2. Saat ini saya sebagai Ketua IA-ITB Bidang Hub. Almamater. 3. Hehe... kapan nih bisa berbincang-bincang...tak kenal maka tak sayang Salam buat keluarga:)
14. alma TA93 Bapak Hermanto yb, Terkait dengan pekerjaan di Kementerian Pekerjaan Umum, selama ini belum ada infrastruktur sanitasi (sewerage system) yang terkoneksi luas dan baik terutama di kota-kota, dan masih mengandalkan septic tank, juga drainase limpasan hujan khususnya di Jakarta yang mengakibatkan kunjungan rutin banjir. Apakah ada rencana untuk memperbaiki sistem sanitasi dan drainase di Indonesia, dari sistem terbuka (got2) menjadi tertutup (saluran bawah tanah) yang terkoneksi sampai ke pengolahan dan pembuangan akhir? Maaf kalau OOT dengan IA-ITB mudahan berkenan menjawab. Terima kasih sebelumnya. Salam, Jawab : Dik Alma yang baik, Menangani banjir di Jakarta pada hakikatnya dapat kita pilah menjadi 2:, yaitu pengananan aliran regional (sungai/kanal) dan lokal (drainase). Untuk regional, dari 13 sungai yang masuk ke Jakarta, dari S. Ciliwung ke barat, solusi dengan by pass BKB (Banjir Kanal Barat) membawa air langsung ke laut. Untuk S. Cipinang ke arah timur, tahun ini kita menyelesaikan BKT (Banjir Kanal Timur) untuk mengalirkan air langsung ke laut/Marunda. Saya sebagai Koord. Pengembangan Infrastruktur Hijau BKT bersama Pemda DKI. Untuk drainase, sekarang ini sebagian besar sudah dibangun sistem tertutup. Selain itu diterapkan sistem pompa (polder) disebabkan permukaan laut lebih tinggi daripada daratan. Untuk itu sedang dirancang SEA DEFENCE, tanggul laut di utara pantai agar tersedia reservoir 50km2 sekaligus tanggul tersebut berfungsi sebagai jalan raya dan "waterfront city". Reservoir tsb nantinya berfungsi juga sebagai sumber air bersih bagi Jakarta, sehingga kita dapat melarang pengambilan air tanah yang menyebabkan penurunan permukaan tanah. Sekian dulu jawaban saya, semoga memberikan informasi baru Salam
15. Andre Legoh AR89 Pertanyaan utk Mas Hermanto: 1. IA ITB hampir tak pernah bersikap atas isu2 aktual di Indonesia, mulai dr korupsi, kenaikan biaya pendidikan tinggi s/d advokasi kasus2 yg menimpa alumni IA spt kasus Hotasi. Apa IA perlu bersikap? Bagaimana independensi IA hubungannya dgn posisi anda sbg birokrat. 2. Mengorganisir organisasi alumni spt IA ITB -apalagi ditengah suara2 bhw IA-ITB kurang efektifperlu terobosan2 modern. Apa terobosan anda utk bid keorganisasian? 3. Alumni ITB diperkirakan mencapai lebih dr 65,000 alumni. Apa dgn 10.000 suara pny hak dan dimungkinkan memilih anda cukup puas? Kalau belum, Berapa kira2 jumlah minimal yg dianggap cukup? 4. Berapa kira2 anggaran per tahun yg diperlukan utk menggulirkan secara baik roda kepengurusan? Terima kasih sebelumnya Mas Hermanto dan jg kepada Mbak Betti. Salam, Jawab : Kang Andre, 1. Kami prihatin atas kasus-kasus hukum yang menimpa sebagian alumni kita, namun kita harus menghormati proses hukum. Saya merasa IA-ITB perlu memiliki Bidang Bantuan Hukum untuk memberikan advokasi bagi mereka. 2. Untuk mengorganisir 65.000 alumni perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya Teknologi Informasi, membangun database yang lengkap, uptodate, dan mudah diakses. 3. Alumni ITB memiliki tingkat intelektualitas tinggi, jadi sangat layak menjalankan demokrasi "one man one vote". Salah satu indikatornya adalah partisipasi seluas-luasnya. Tapi kadang-kadang karena masalah waktu dan jarak kehilangan suara. Mestinya ada teknologi informasi yang dapat membantu, semacam e-Vote. 4. Anggaran akan disesuaikan dengan program, dengan prinsip-prinsip efisien, akuntabel, transparan, tapi tepat sasaran. Kan banyak ahli-hali manajemen kita yang dapat kita mintai bantuannya :) Salam
16. kenul fi76 1.Bagaimana team mas Hermanto akan mengelola Database Alumni yg masih kurang baik sampai saat ini? Masuk ke www.ia-itb.com masih belum lengkap/updated. Sebenarnya dgn memakai data pemilih dari pilketum 2007 pengurus IA-ITB bisa melakukan update, namun belum dikerjakan. 2. Dengan tersebarnya alumni di seluruh penjuru dunia, ada baiknya bisa milih via email. Panitia bisa minta data kepada milis ia-itb ini atau milis senyum-itb, dan milis tiap angkatan dan. Jurusan. Verifikasi jadi lebih mudah, sperti yang dibahas dalam email sdr. Ali MS-i84 dan mas Moko SI-70. Salam, Jawab : Salam hangat, Memang database harus ditangani serius, dan target saya dapat diselesaiakan pada tahun pertama kepengurusan. Tentu para alumni diharapkan berpartisipasi meng-update database tersebut. Salam
17. OK Taufik - Gea81 : Pak Dardak M. Ada kekurangan pengurus-pengurus terdahulu dlam menyikapi IA-ITB, sesungguhnya kekuatan IA-ITB itu ada di IA-ITB-Jurusan, dan saat ini IA Jurusan mulai menggeliat, program kerja IA-ITB pusat sebenarnya bisa gampang dan sukses kalau bisa bersinergy dengan IA-Jurusan, kegiatan di IA-Jurusan lebih membumi bagi anggotanya..apakah bapak melihat ini? dan bagaimana rencana dan program bapak untuk melaksanakan program bersama IA-Jurusan salam Jawab : mas Taufik yang baik, Saya mendukung gagasan Anda, bahkan saya merencanakan untuk memberikan Awards khusus bagi prodi-prodi berprestasi. Dengan demikian kita memiliki link dan feedback yang baik dan terusmenerus antara IA-ITB dengan IA-Jurusan.
Selamat malam, Terima kasih atas atensi dan pertanyaan teman-teman sekalian, kami mengharapkan dialog hari ini dapat membuat kita saling mengenal lebih dalam. Untuk mewujudkan berbagai gagasan tersebut, mohon dukungannya pada tanggal 3 Desember 2011.. Vote No.2!! Sekali lagi, mari bersinergi untuk kemajuan alumni, almamater, dan Negeri, dengan semangat In harmonia Progressio, Maju yang selaras dan berkelanjutan Untuk lebih detail, silakan mengunjungi www.dardak4itb.com, grup fb:Hermanto Dardak twitter: @Hermantodardak testimoni: http://www.youtube.com/watch?v=31gHdyOIIEs All the best, Hermanto Dardak Kandidat Ketua Umum IA ITB 2011-2015 Nomor Urut 2
|